plend

Minggu, 02 Juni 2013

kisahku

Tak terasa kebersamaan kami menginjak usia 5 bulan, sampai sekarang aku masih galau , belum pernah sekalipun merasakan hamil (padahal sudah cek ke dokter ahli kandungan tidak ada masalah di rahimku) mungkin Allah belum berkehendak aja.
suamiku tak pernah menganggapku ada, sebaai seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya aku maklum < namun jika persoalan kecil saja harus mengadu kepada ortu misalnya masalah membuat kopi, alangkah hina nya aku dimata suamiku.
permasalahan bermula dari saat aku merasa bahwa keberadaankun dirumah mertua tidak dihargai, mereka sering ngobrol bertiga, suamiku tak pernah mengajak aku bicara tentang hal - hal yang seharusnya merupakan mufakat sebagai suami - istri. 
semua permasalahan mengkerucut, dari aku dibilang tak bisa masak lah (padahal aku ingat , ibu mertuaku bilang kalau biar urusan masak beliau yg kerjakan , karena bapak mertua kurang suka jika makan makanan selain buatan istrinya) walaupun begitu bukan berarti aku tak pernah masak, sekalinya masak selalu tak berkenan dihatinya. dan ibu mertuaku selalu berkeluh kesah terhdap anak - anaknya. 
dan ersoalan - persoalan lain, sampai bapak mertuaku mengirimkan sms - sms sadis. yang intinya memaksa agar kami BERCERAI . dalam kalimat sms nya ditulis "mumpung belum hamil". 
seketika aku lunglai, apakah ini akhir dari kisah cintaku ? hanya dalam hitungan bulan. sungguh tragis, 
tadinya segala persoalan selalu aku pendam sendiri, namun aku tak kuasa akhirnya aku curhat dgn ibu, ibu kandungku yang menasehatiku. sungguh diluar dugaan , walaupun kedua orang tuaku cuma bekerja buruh kayu, tapi lewat mulut orangtuaku keluar kata- kata yang sangat bijak, lain dengan mertuaku yg pensiunan hakim tinggi dan kepala sekolah.
sampai saat ini aku menulis tulisan ini , aku dimusuhi adik - adik iparku. tak masalah, aku masih mempunyai kakak ipar yang keduanya mensupport aku, menguatkan aku, walaupun sikapnya terkadang keras. 
aku bingung harus seperti apa, suamiku tak peduli dengan keberadaanku, dia kembali lagi mengulangi.... entah sampai kapan seperti ini , kalaupun memang jodoh aku bertahan,